Trik Menghilangkan Kebiasaan Menunda pekerjaan

Semua orang tahu jelas bahwa sikap menunda-nunda pekerjaan itu tidak baik, namun kebanyakan orang dibuat tidak berdaya untuk memusnahkannya. Sebenarnya tidaklah sesulit itu. Hal yang Anda butuhkan hanyalah pembiasaan saja. Anda yang sudah terbiasa dengan sikap menunda-nunda bukan tidak mungkin justru menjadi orang yang paling rajin. Semuanya tergantung kepada seberapa besar keinginan untuk memusnahkannya. Berikut tipsnya.

Anchor

Dalam dunia neuro-linguistic programming (NLP), ada istilah yang dikenal dengan nama ‘anchor‘ atau pengaitan. Pembahasan mengenai¬†anchor ini sebenarnya agak panjang, terlebih jika ingin menjelaskan teknik-tekniknya. Oleh karena itu, Daeng Situju membuat sebuah artikel khusus mengenai poin ini. Silahkan baca penjelasan lengkapnya pada artikel yang berjudul “Anchor: Jangkar Perubahan untuk Pengembangan Diri“. Poin ini tidak akan berarti jika tidak membaca artikel tersebut.

Secara singkat, anchor berarti penanda dan asosiasi. Sama halnya seperti jangkar yang ditenggelamkan oleh awak kapal untuk menjaga kapal tetap pada posisinya. Bentuk anchor bisa bermacam-macam; bisa dengan sentuhan, bau, rasa, atau sebuah kejadian.

Anda bisa membuat anchor khusus untuk menghilangkan perasaan ingin menunda pekerjaan. Seketika Anda merasakan dorongan untuk menunda, lakukan anchor yang telah Anda buat dan lanjutkan dengan poin dibawah ini.

Untuk mengetahui teknik membuat anchor, baca artikel yang berjudul “Anchor: Jangkar Perubahan untuk Pengembangan Diri“.

Hentakkan

Setelah melakukan anchor, hentakkan tubuh Anda untuk segera bertindak. Jangan biarkan otak memikirkan alasan mengapa Anda sebaiknya menunda melakukan sesuatu. Memberikan kesempatan kepada otak untuk berpikir berarti mengetuk pintu masuk kedalam ruang penundaan dan mengunci diri Anda didalamnya.

Teknik ini biasanya digunakan secara ‘paksa’ ditempat-tempat khusus misalnya kawasan militer atau pesantren. Ketika mendengar peluit, rasa kantuk akan segera hilang. Otak tidak akan sempat berpikir menunda untuk bangun dan kembali melanjutkan tidur. Posisikan diri Anda seolah-olah berada dikawasan militer atau pesantren. Buatlah sebuah bunyi atau penanda khusus yang mana ketika Anda mendengarnya maka tidak ada alasan untuk menunda; persis sama ketika tentara mendengar peluit atau tanda untuk bangun.



Hal terpenting, buatlah komitmen kepada diri Anda sendiri; yaitu “Jika saya mendengar bunyi ini, maka saya harus segera bergerak/bertindak. Tidak ada kompromi dan tidak ada alasan untuk tidak melakukannya”. Menurut teori, jika selama 1 bulan Anda membiasakan aktivitas tertentu, maka ketika Anda tidak melakukannya lagi, maka akan ada perasaan tidak enak. Jika Anda telah terbiasa dengan komitmen yang Anda buat, maka semuanya akan berjalan secara otomatis meskipun bunyi atau penanda tersebut tidak digunakan lagi.

Untuk menguatkan komitmen tersebut, hukumlah diri Anda ketika Anda melanggar. Misalnya dengan ‘Membersihkan kamar mandi’ atau ‘Berlari sejauh 3 kilometer’. Hukuman tersebut, selain dapat membuat Anda jera, juga berimbas positif terhadap Anda dan keluarga atau penghuni rumah. Jadi, sekalipun Anda melanggar, tetap ada konsekuensi positif yang didapatkan.

ARTIKEL TERKAIT

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − four =