Rapport: Agar Anda Disenangi Semua Orang #1

Rapport dalam NLP merujuk kepada frekuensi positif yang dipancarkan seseorang yang dengan itu partner bicaranya bisa merasa klop, cocok, atau merasa memiliki chemistry. Seringkali kita bertemu dengan orang yang tidak kita kenal sebelumnya, namun entah kenapa kita merasa ada kecocokan dengannya. Hal itu wajar, karena menurut teori, manusia menyukai manusia lainnya yang cenderung sama dengannya. Tidak heran jika anak band akan berkumpul dengan anak band. Lebih dari itu, penyuka aliran musik tertentu akan merasa nyaman berkumpul dengan orang yang menyukai aliran musik yang sama. Terkadang baru kenalpun mereka sudah merasa seperti saudara. Jika itu terjadi, maka rapport telah terbangun dengan baik.

Apa yang terjadi jika rapport yang baik terbentuk??? Jelas sangat banyak keuntungannya. Yang paling umum adalah, Anda dapat dengan mudah memobilisasi orang-orang yang merasakan dampak dari rapport yang telah Anda bangun untuk melakukan apa yang Anda inginkan. Singkat kata, dengan menguasai strategi membangun rapport, maka Anda akan memiliki peluang besar untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Lantas, bagaimana cara membangun rapport?

Langkah-langkahnya sangatlah mudah. Hal yang perlu Anda miliki hanyalah kesabaran yang cukup untuk berpraktek mengingat skill ini bukanlah skill yang dapat dikuasai hanya dengan sekali percobaan. Tentu kita semua tahu bahwa karakteristik manusia itu sangat beragam. Itulah sebabnya mengapa kita perlu sesering mungkin untuk berpraktek.

# Mengenal Karakteristik Partner

Mengenali karakteristik partner adalah poin wajib dalam hal ini. Anda akan dimudahkan dalam membangun rapport jika dan hanya jika Anda mengenal preferensi dari sang partner. Pada umumnya, terdapat 4 preferensi atau karakter manusia. Hal ini telah sedikit-banyak diulas pada artikel yang berjudul “Strategi Mendapatkan Perhatian Lawan Bicara“. Kali ini, akan dibahas dengan redaksi yang sedikit variatif berdasarkan buku yang berjudul “The Slight of Mind“.

Jadi, tugas pertama Anda untuk membangun rapport adalah mengamati terlebih dahulu karakter dan preferensi dari partner Anda. Untuk memudahkan Anda, baca beberapa sub-poin berikut ini dan tanyakan pada diri Anda sendiri, “Berada pada preferensi manakah partner saya?”. Berikut klasifikasinya:

Karakter Visual

Orang dengan preferensi ini cenderung menggunakan kata kerja seperti ‘Saya lihat‘, ‘Saya perhatikan‘, ‘Saya amati‘, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan visual. Selain itu, ciri khusus dari orang dengan preferensi visual adalah selalu tampil modis dan sering berbicara tentang ‘penampilan’ atau ‘penampakan’ dari seseorang atau sesuatu. Ia juga seringkali tampil dengan warna pakaian yang Ciri selanjutnya adalah, orang dengan karakter visual pada umumnya berbicara dengan tempo yang agak cepat. Jika dirangkum kedalam poin-poin, maka karakteristik umum dari preferensi visual adalah:

  1. Berpikir dalam gambar;
  2. Sangat memperhatikan warna dan penampilan;
  3. Arah mata cenderung ke kanan-atas atau ke kiri-atas;
  4. Pergerakan (berupa body movement) yang cenderung cepat dan lebih terbuka;
  5. Bernapas dengan dada;
  6. Ketika berpikir, biasanya mata melihat keatas (kearah plafon);
  7. Cenderung menggunakan kalimat/frase yang mengandung kata ‘lihat’, ‘perhatikan’, ‘amati’, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan visual.

Karakter Tactile

  1. Biasanya ketika berpikir, ia akan terlihat seolah-olah sedang memperagakan sesuatu yang ditandai dengan gerakan tangan dan tubuh;
  2. Memperhatikan bagaimana sesuatu itu terasa (sensasi). Misalnya, bagaimana rasanya mengenakan kaos merek ‘X’, bagaimana rasa atau sensasi cahaya lampu terhadap penglihatannya, bagaimana rasa atau sensasi duduk di sebuah sofa, dan lain sebagainya;
  3. Berbicara dengan tempo yang sedang dan cenderung lambat;
  4. Bernapas dengan perut;
  5. Arah mata cenderung ke kanan-bawah ketika mengungkapkan emosi/perasaan, dan ketika mengungkapkan ide/komentar;
  6. Cenderung menggunakan kalimat/frase yang mengandung kata ‘rasa’, ‘terasa’, dll, dan menjelaskan proses secara detail dengan redaksi kalimat yang berusaha memahamkan partner bicaranya tentang sensasi dan rasa dari proses yang ia jelaskan.

Karakter Vokal

Orang dengan tipikal ini sama dengan orang dengan tipikal auditorial. Berikut ciri-ciri umumnya.

  1. Berpikir dalam/dengan suara;
  2. Biasanya akan mudah terganggu dengan suara;
  3. Bahasa tubuh dan tempo bicara berada diantara ‘karakter visual’ dan ‘karakter tactile’;
  4. Bernapas pada/dengan diafragma;
  5. Arah mata cenderung ke kanan (lurus) atau ke kiri (lurus) ketika mengungkapkan pendapat/opini, ketika menyatakan sesuatu, atau ketika berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan ide;
  6. Cenderung menggunakan kalimat/frase yang mengandung kata ‘dengar’, ‘bilang’, ‘katakan’, dll.

Karakter Internal

  1. Berpikir logis. Terkadang orang dengan tipe ini tidak percaya terhadap cerita yang menurutnya tidak logis (Contoh kasus: Ketika Anda meminjam handphone-nya lalu mengatakan ‘Handphone-mu lowbatt‘. Ia akan terlihat keheranan dan mengatakan ‘Mustahil. handphone itu baru selesai di-charge‘. Padahal pada kenyataannya handphone tersebut benar-benar lowbatt). ;
  2. Sangat tertarik dengan pedapat atau ide-ide yang disertai dengan pembuktian atau fakta ilmiah;
  3. Pergerakan yang cenderung lambat;
  4. Ketika menyimak, biasanya orang dengan tipikal ini akan memegang bagian dagu yang disertai ekspresi ‘sedang berpikir’;
  5. Arah mata cenderung kearah kiri-bawah ketika mempertimbangkan sesuatu (ide, pendapat, opini, dsb);
  6. enderung menggunakan kalimat/frase yang mengandung kata ‘menginformasikan’ atau ‘diinformasikan’, ‘demonstrasi’, ‘menyetujui’ atau ‘menolak’, ‘mengidentifikasi’, ‘menyimak’ dan lain sebagainya.

CATATAN: Perlu diketahui bahwa manusia pada umumnya tidak hanya mengadopsi mentah-mentah salah satu dari ciri-ciri diatas; melainkan hanya berupa kecenderungan yang tampak lebih menonjol dari tipikal lainnya. Tidak ada orang yang hanya berkarakter fullvisual saja atau full tactile saja. Yang ada adalah salah satu pasti lebih dominan dari yang lainnya.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam mengamati dan mengklasifikasi partner komunikasi Anda sesuai dengan karakteristik diatas, ajukan beberapa pertanyaan kepadanya dan perhatikan tanda-tanda atau signal yang ia berikan. Berikut ini beberapa pertanyaan pancingan. Sesuaikan dengan topik, situasi, dan kondisi disekitar Anda.

  1. Menurut kamu, bisnis warkop di daerah sini bisa menguntungkan?
  2. Saya berencana mencari penghasilan tambahan. Kira-kira, bisnis apa yang bagus? (Jika partner menjawab disertai alasan, Anda bisa langsung mengamati kata kerja yang paling sering ia gunakan beserta gestures-nya. Namun jika tidak disertai alasan, tanyakan alasannya. Upayakan ia berbicara panjang lebar. Semakin banyak yang ia katakan, semakin jelas karakteristiknya).

# Lakukan Penyesuaian (Matching and Mirroring)

Setelah mengetahui preferensi, karakteristik, atau ciri dominan dari parner komunikasi kita, selanjutnya lakukan penyesuaian (matching).

Matching

Maksud dari ‘melakukan penyesuaian’ (matching) disini bukan dalam pengertian keluar dari pribadi sendiri dan menjadi orang lain; melainkan ‘bertamu’ (masuk) kedalam dunia partner komunikasi kita secara natural tanpa unsur pura-pura. Lakukanlah se-natural dan sehalus mungkin tanpa sepengetahuan partner komunikasi kita dan tanpa membuat partner komunikasi kita berpikir bahwa sikap yang kita tunjukkan terkesan dibuat-buat. Belajarlah untuk lebih fleksibel. Terdapat dua penyesuaian yang perlu Anda lakukan, antara lain:

Penyesuaian Karakter (Verbal)

Jika partner komunikasi kita terdeteksi sebagai orang visual, maka sesering mungkin (ingat, lakukan se-natural dan sehalus mungkin) gunakanlah frase ‘Saya perhatikan’, ‘Saya lihat’, ‘Mari kita lihat’, ‘Ilustrasinya’, dan frase lainnya yang melibatkan indera penglihatan. Lakukan penyesuaian jika karakter partner kita dominan tactile, vocal, atau ‘internal‘.

Penyesuaian Gestures (Non-verbal)

Pada poin ini, Anda dituntut untuk dapat mengamati dan tentu saja menyesuaikan pola bahasa non-verbal yang ditunjukkan partner. Adapun yang perlu kita sesuaikan (matching) adalah segala bentuk/jenis komunikasi non-verbal seperti pola nafas, gerak tubuh, dan posisi tubuh. Jadi, selain menyesuaikan pola bahasa verbal, Anda juga perlu melakukan penyesuaian pola bahasa non-verbal.

Pola Nafas dapat diamati untuk kemudian disesuaikan (matching) dengan memperhatikan sepintas pergerakan badan. Ingat, jangan terlalu lama memandang bagian yang mengindikasikan pola nafas seperti perut dan dada untuk menghindari anggapan buruk. Jika Anda tertangkap basah, Anda justru mengacaukan komunikasi. Saya ingatkan lagi, ‘Subtle is the key point‘; lakukan se-natural dan sehalus mungkin.

Agar tidak terdeteksi, cukup amati sepintas bahu bagian atas dari partner komunikasi Anda pada saat Anda berbicara. Bahu akan naik ketika menarik napas, dan turun ketika menghembuskan napas. Anda akan sangat leluasa memantau pola nafas dari partner komunikasi Anda karena pada saat ini, naik turunnya bahu berlangsung secara alami. Berbeda ketika partner komunikasi kita berbicara, pola nafasnya akan sedikit fleksibel mengingat manusia hanya dapat berbicara saat menghembuskan nafas; tidak pada saat menarik nafas. Bagaimanapun caranya, sebisa mungkin amati pola napasnya dan bernapaslah dengan ritme yang sama (atau mendekati).

Gerak tubuh dapat diamati dengan sangat mudah. Anda hanya perlu mengamati gerakan-gerakan yang partner komunikasi Anda tunjukkan, misalnya gerakan tangan, gerakan kepala, gerakan kaki, dan gerakan-gerakan lainnya. Beberapa detik setelah mengamati, tirukan gerakan yang baru saja ditunjukkan (mirroring); Anda bisa menirukannya persis sama, atau mendekati. Ingat, upayakan agar partner komunikasi Anda tidak menyadari bahwa Anda sedang menirunya (mirroring).

Note: Terkhusus untuk poin mirroring ini, perlu diketahui bahwa Anda dituntut untuk menjadi ‘cermin’ dari partner komunikasi Anda. Dalam me-mirror, ketika partner menggerakkan tangan kanan (dalam posisi berhadapan), maka Anda mengikutinya dengan menggerakkan tangan kiri. Sebagai latihan melakukan mirroring, berdirilah didepan cermin dan bayangkan bahwa bayangan didalam cermin itu adalah orang yang me-mirror Anda.

Pengujian

Untuk memudahkan Anda dalam memahami konsep membangun rapport yang ditekankan pada pembahasan kali ini, silahkan Anda mencari sebuah tempat keramaian seperti warkop, cafe, atau tempat gathering lainnya dan lakukan dua jenis pengujian berikut ini.

Mengamati Rapport Orang Lain

  1. Kunjungi sebuah tempat seperti warkop atau cafe, atau tempat gathering lainnya dimana Anda bisa menjumpai 2 orang yang sedang berkomunikasi;
  2. Lakukan pengamatan terhadap posisi dan gerak tubuh masing-masing (posisi duduk, posisi tangan, kaki, dsb). Jika memungkinkan, amati pola napas keduanya. Anda akan menjumpai beberapa kemiripan/kesamaan posisi dan pola;
  3. Perhatikan pula aspek match and mirror yang dilakukan keduanya. Tahu atau tidak, sadar atau tidak, dalam komunikasi yang efektif, keduanya akan melakukan match and mirror. Jika misalnya salah satu dari mereka menguap, menggaruk kepala, memegang dagu, menggosok mata, atau menoleh, maka partner komunikasinya juga akan melakukan hal yang sama dalam jeda waktu yang tidak lama.

Jika Anda sedikit bingung, coba tonton video berikut ini.

Menguji Sendiri

  1. Pilihlah seorang sample untuk diamati. Anda tidak perlu berbicara dengannya. Cukup pastikan bahwa sample tersebut menyadari keberadaan/kehadiran Anda;
  2. Tanpa sepengetahuan sample yang Anda pilih, coba samakan frekuensi napas, posisi, gerakan, dan lakukan match and mirror seperti yang sedikit-banyak telah dijelaskan diatas. Selalu ingat bahwa kunci dari eksperimen ini adalah ‘Lakukan sehalus dan se-natural mungkin tanpa sepengetahuan sample yang Anda pilih’. Jika Anda ketahuan, Anda bisa dianggap ‘mempermainkan’ sample dan dapat mengakibatkan sesuatu yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, ‘Always be subtle‘;
  3. Setelah beberapa saat, lakukan gerakan seperti menguap, menggaruk dahi, menyilangkan tangan, atau menggaruk telinga. Jika rapport yang Anda bangun berhasil, maka Anda telah berhasil me-leading sample yang Anda pilih.

Selamat mencoba!

ARTIKEL TERKAIT