REFRAMING: BINGKAI ULANG KEYAKINAN ANDA

Pernah mendengar istilah reframing? Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia maka arti yang paling tepat adalah ‘Membingkai ulang’. Bingkai ulang keyakinan adalah trik yang sering digunakan oleh para praktisi NLP (neuro-linguistic programming) dan para praktisi hypnosis dalam mengobati klien. Teknik atau trik ini bisa Anda lakukan sendiri dan cukup mudah untuk dilakukan.

Teknik ini digunakan untuk mengubah makna, kesan, dan impresi dari sebuah kenyataan atau kejadian. Teknik ini sangat cocok untuk digunakan dalam pengobatan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan mental sepertiĀ phobia, trauma, dan lain sebagainya. Beberapa yang lain menggunakannya untuk mengubah kebiasaan buruk (harus dengan kombinasi teknik lain).

Contoh Kasus – Bahasa Inggris itu Susah

Pernahkah Anda merasakan sulitnya belajar bahasa Inggris atau matematika? Perasaan tersebut, jika di-reframe maka Anda dapat merasakan hal sebaliknya. Reframing bekerja dengan mengubah sudut pandang Anda terhadap sebuah realita. Realita bahwa belajar bahasa Inggris itu susah sebenarnya menyisakan pertanyaan. Apakah bahasa Inggris memang benar-benar susah? Ataukah Anda yang membuatnya susah?

Jika bahasa Inggris itu benar-benar susah, maka tentunya setiap pelajar bahasa Inggris akan merasakan kesulitan dalam belajar. Apakah yang demikian itu benar? Faktanya, banyak juga yang merasakan bahasa Inggris itu mudah. Intinya, realita eksternal (bahwa bahasa Inggris itu susah) sebenarnya bersifat netral. Lalu, mengapa Anda merasa sangat sulit untuk mempelajari bahasa Inggris? Itu karena realita internal Anda. Jadi, bukan bahasa Inggrisnya yang susah, melainkan Anda yang membuatnya menjadi susah. Lalu, bagaimana cara membuatnya menjadi mudah? Ubah realita internal Anda! Caranya?

Anda bisa dengan sangat mudah berpikir bahwa bahasa Inggris itu mudah. Sebenarnya, hanya guru atau pengajarnya saja yang tidak bisa membuat Anda paham atau mungkin beliau tidak menggunakan teknik mengajar yang sesuai dengan cara belajar Anda. Jika Anda mempelajari bahasa Inggris dengan gaya Anda sendiri, maka tentu akan sangat mudah untuk diserap.

Contoh kasus diatas adalah salah satu dari sekian banyak contoh dari cara mengubah makna. Berikut ini contoh lainnya yang berkaitan dengan dunia bisnis dan pemasaran.

Contoh Kasus – Takut Gagal dalam Berbisnis

  • Realita Eksternal:”Membuka Bisnis”
  • Realita Internal: “Takut Gagal dalam Berbisnis”

Dua poin diatas dapat dijelaskan seperti berikut:

Katakanlah Anda saat ini mempunyai keinginan untuk membuka sebuah bisnis (realita eksternal) namun Anda takut bisnis Anda tidak laku dan berujung pada kegagalan (realita internal). Mari kita reframe bersama.

(Fakta) Saya takut gagal dalam berbisnis = (Reframe 1) Saya tidak takut, saya hanya menunda sementara karena butuh waktu lebih untuk berpikir saja terkait strategi menjalankan bisnis. (Reframe 2) Saya tidak takut. Dalam berbisnis, dibutuhkan perencanaan yang matang; dan saat ini saya sedang dalam proses pematangan rencana. Saya sedang menunjukkan potensi saya sebagai seorang perencana yang handal.

Contoh Kasus – Saya Gagal

Katakanlah Anda telah mencoba dan pada pertengahan perjalanan Anda mengalami sedikit hambatan (sebagian orang menyebutnya dengan ‘kegagalan’). Anda dapat me-reframe jalan buntu (kegagalan) tersebut seperti yang dicontohkan oleh Thomas Alfa Edison berikut ini.

Saya belum gagal. Saya hanya menemukan 10.000 cara salah.

Pada dasarnya, makna dari kegagalan adalah “Tidak mencoba” dan “Menyerah”. Jika keinginan Anda menjalankan sebuah bisnis hanya sebatas dalam pikiran saja alias tanpa realisasi, maka Anda sudah memenuhi kriteria sebagai orang gagal (karena takut mencoba). Jika Anda mengalami hambatan dalam proses perintisan bisnis Anda lalu Anda menyerah, Anda juga telah memenuhi kriteria untuk gagal (Anda menyerah). Jadi, agar Anda tidak masuk dalam kriteria ‘gagal’, cobalah dahulu dan jika menghadapi rintangan, maka jangan pernah menyerah; hadapi. Memiliki pemahaman seperti ini akan menguatkan Anda dalam proses perintisan bisnis Anda. Pertama, Anda akan mencoba. Kedua, jika menghadapi rintangan, Anda akan menghadapinya. Jadi, tidak akan ada lagi alasan untuk berhenti hingga Anda “SUKSES”.

ARTIKEL TERKAIT

2 respon

  1. Mengenai reframing, peran lingkungan bisa membuat hal tersebut jauh lebih mudah dan dapat juga membuatnya bahkan jauh lebih sulit. Benar, selektif dalam memilih lingkungan wajib dilakukan karena lingkungan benar-benar membentuk kepribadian seseorang.

  2. Betul sekali. Berada pada lingkungan yang sehat berefek positif kepada diri kita sendiri, begitupun sebaliknya. Salam sukses…

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 17 =