Richard Pearse: Petani Penghancur Mental Block

Cerita tentang Richard Pearse, seorang petani penghancur mental block, dijamin akan sangat seru untuk dibaca. Tokoh inspiratif kita kali ini adalah satu dari sekian banyak pemecah blokade mental. Meskipun hanya seorang petani, profesi yang ‘seharusnya’ berkaitan sangat jauh dari dunia aviasi atau penerbangan, namun tokoh yang satu ini berhasil mencatatkan diri sebagai pionerĀ  penerbangan pesawat yang lebih berat dari massa udara. Padahal pada masanya, ada keyakinan yang mengatakan ‘Pesawat yang massanya melebihi massa udara MUSTAHIL untuk terbang‘. Pernyataan yang membatasi tersebut berhasil ia patahkan 9 bulan sebelum Wright bersaudara membuktikannya. Bagaimana kisahnya?

Heavier-than-air Flying machines are impossible

Lord Kelvin, sapaan untuk William Thomson (1824 – 1907), pada tahun 1895 berkata bahwa ‘Heavier-than-air flying machines are impossible‘ (via: Wolfram Research). Klaim ini umum dipercaya sebagai fakta hingga akhirnya pada tahun 1904, seorang petani bernama Richard Pearse berhasil mematahkan dan membuktikan bahwa pesawat yang massanya melebihi massa udara ternyata bisa terbang.

Jika ada keyakinan yang membatasi dalam pikiran Anda, dan Anda meyakininya sebagai fakta, maka cerita tentang Richard Pearse berikut ini mudah-mudahan bisa memicu dan memacu Anda untuk keluar dariĀ mental block yang membatasi pikiran Anda tersebut.

Profil Singkat Richard Pearse

Nama lengkapnya adalah Richard William Pearse. Seorang berkebangsaan Selandia Baru. Lahir pada 3 Desember 1877 dan wafat pada 29 July 1953. Beberapa percobaan penerbangan ia lakukan pada tahun 1901. Namun, percobaan-percobaan yang ia usahakan kemudian terhambat karena mengalami kedala kurangnya tekanan atau daya dorong mesin. Selanjutnya, ia melakukan modifikasi ulang serta pengembangan mesin pesawatnya dengan menciptakan mesin bersilinder ganda dengan dua piston pada masing-masing mesinnya. Pada 1903, percobaan yang dilakukan Pearse akhirnya membuahkan titik cerah. Meskipun percobaan ini berujung pada insiden tertabraknya sebuah pagar, namun ia menyatakan bahwa ia telah berhasil mendapatkan daya dorong mesin yang cukup untuk menerbangkan pesawat.

Sayang sekali, penemuan dan pengembangan yang dilakukan Pearse tersebut tidak mendapatkan pengakuan karena kurangnya dokumentasi pada saat itu. Ia kemudian menjadi kontroversi dan dituding telah menebar kotradiksi pada klaimnya tentang tahun eksperimen penerbangan yang ia lakukan. Ia menyatakan bahwa percobaan penerbangan yang ia lakukan terjadi pada tahun 1904; padahal eksperimen tersebut dilakukan pada 1903.

Pada tahun 1911, Pearse memutuskan pindah ke Milton, sebuah daerah yang berjarak sekitar 50km dibagian selatan Dunedin, Otago, Selandia Baru. Peralatan yang ia gunakan untuk eksperimen pesawatnya dibuang disebuah lokasi pembuangan sampah di sebuah kebun. Di tempat barunya tersebut, Pearse menghentikan segala eksperimennya yang berkaitan dengan aviasi. Namun pada 1930-an hingga 1940-an, ia memutuskan untuk kembali mengembangkan sebuah mesin penerbangan untuk keperluan pribadi.

Setelah kematiannya, pemerintah setempat memutuskan untuk mengadakan penelitian terkait kebenaran dari temuan Pearse sebelumnya. Dari penelitian tersebut, George Bolt, salah seorang pioner aviasi yang terlibat dalam penelitian ini, berhasil menemukan sisa-sisa peralatan dan pekerjaan Pearse. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksperimentasi penerbangan Pearse dilakukan pada 1903; bukan pada 1904 seperti pengakuan Pearse. Penemuan tersebut kemudian dibuktikan pada tahun 1970-an dengan cara menarik pesawat rancangan Pearse dengan kuda. Setelah mencapai kecepatan tertentu, pesawat tersebut berhasil terbang keudara. Terbangnya pesawat rancangan Pearse tersebut membuktikan bahwa pada 1903, Pearse telah berhasil mendesain pesawat yang mampu terbang meskipun massanya melebihi massa udara.

ARTIKEL TERKAIT